6 Cara Membuat Barcode dengan Laptop & Handphone

Apakah Anda sering menggunakan barcode? Beberapa merchant sering menggunakan barcode untuk mempermudah kita dalam melakukan transaksi. 

Dahulu cara membuat barcode hanya bisa dilakukan menggunakan alat khusus, dan digunakan untuk melabeli sebuah produk. Namun dengan berkembangnya teknologi, cara membuat barcode menjadi semakin mudah dan bisa Anda lakukan sendiri pada HP maupun laptop Anda.

Dalam artikel ini kami akan menjelaskan cara membuat barcode sendiri hanya dengan memanfaatkan laptop ataupun handphone saja.

Apa itu Barcode?

Barcode merupakan sebuah pola geometris unik dengan bentuk garis – garis vertikal yang biasanya terpasang pada sebuah kemasan produk. Barcode sering kita kenal dengan sebutan kode batang, kode palang, atau kode bar. Dengan memanfaatkan data optik dalam bentuk garis horizontal, barcode bisa memberikan informasi khusus terhadap produk yang ingin kita berikan label.

Dalam sebuah industri retail, barcode lebih sering berfungsi sebagai alat sortir untuk bisa membaca dan mengenali antara satu jenis produk dengan yang lain. Sistem ini pertama kali ditemukan oleh Wallace Flint pada tesisnya di tahun 1930an. Kemudian dua dekade setelahnya ide tersebut direalisasikan oleh dua muridnya di Drexel Institute of Technology.

Contoh Penggunaan Barcode

1. Barcode untuk Produksi dan Ritel

penggunaan barcode di industri ritel

Pada pemanfaatannya, jenis barcode ini memiliki dua jenis utama, keduanya bisa Anda gunakan untuk keperluan label pada produksi dan ritel, yaitu:

  • Universal Product Code (Kode Produk Universal).
  • International Standard Book Number (ISBN).

Anda bisa menemukan kode ISBN atau UPC di atas barcode suatu produk. Kode ini berguna untuk sortir dan mengetahui harga produk pada saat kasir ingin melakukan checkout pembayaran. 

2. Barcode pada Industri Farmasi

penggunaan barcode di industri farmasi

Barcode pada industri farmasi berguna untuk melakukan identifikasi jenis dan tipe dari obat-obatan, Kode yang mereka gunakan berbeda dengan barcode yang ada pada ritel. Jenis ini bernama Health Industry Bar Code atau HIBC yang memiliki tanda ‘+’ di bagian awal kode 24 karakter.

3. Kode Batang untuk Non-Ritel

Terakhir, ada pula barcode yang berguna pada keperluan non-ritel seperti pencatatan inventarisasi barang pribadi, pelabelan buku pada perpustakaan, maupun barcode untuk kode kartu keanggotaan.

Jenis yang ada pada barcode non-ritel adalah Code 39 atau Code 128. Perbedaan dari kedua jenis tersebut adalah kepadatan garisnya. Code 128 akan memiliki garis kode yang lebih padat jika Anda bandingkan dengan Code 39.

Perbedaan Barcode dengan QR Code

perbedaan barcode dan qr code

Sebenarnya pemanfaatan dari barcode dan QR code bisa kita katakan mirip. Namun yang membuatnya berbeda adalah bentuk dari keduanya. QR code sendiri merupakan generasi penerus dari barcode. QR code menggunakan teknologi yang jauh lebih modern jika Anda bandingkan dengan barcode.

QR code memiliki kelebihan pada sistem kerjanya, karena ia bisa melakukan pemindaian dua dimensi. Desain kode dari QR code terdiri dari garis horizontal dan vertikal dengan ukuran dan jarak yang beragam.

Namun secara fungsi, QR code juga memiliki jenis kegunaan yang sama dengan barcode. Pemanfaatannya bisa kita temukan pada industri retail, packaging, periklanan, transaksi keuangan, branding, dll.

Baca juga: Cara Mengganti Password Wifi Dengan Mudah [Update 2022]

Cara Membuat Barcode Sendiri

Untuk membuat sebuah barcode, kita hanya akan membutuhkan perangkat pintar seperti smartphone, laptop, maupun tablet. Anda bisa menggunakan pemindai barcode untuk mengenali barcode yang sudah Anda buat setelahnya. 

Untuk itu Anda akan membutuhkan sebuah generator barcode yang bisa Anda temukan secara online pada situs website maupun aplikasi handphone. 

1. Cara Membuat Barcode Online untuk Bisnis

Jika Anda ingin membuat barcode untuk memberikan label produk Anda secara resmi, maka Anda harus menghubungi pihak-pihak resmi terkait hal ini. Berikut adalah langkah dalam membuat barcode untuk bisnis.

  • Tentukan nomor identifikasi UPC/ISBN yang sudah ada pada produk Anda.
  • Kemudian silahkan masuk ada laman barcode.gs1us.org,  agar Anda bisa mendapatkan kode UPC.
  • Apabila Anda ingin membuat barcode ISBN, maka Anda bisa masuk ke halaman ISBN.org.

2. Cara Membuat Barcode Melalui Website Gratis

Apabila Anda ingin membuat barcode untuk keperluan pribadi, atau untuk keperluan usaha UMKM Anda, maka Anda bisa mengunjungi createbarcodes.com. Anda bisa mengunjungi situs tersebut melalui browser yang ada pada HP maupun laptop Anda. Berikut merupakan langkah dalam membuat barcode menggunakan website secara gratis.

  1. Kunjungi createbarcodes.com pada peramban seperti Google Chrome atau Safari.
  2. Kemudian pada halaman utama silahkan Anda pilih bentuk barcode yang Anda inginkan.
  3. Lalu Anda isi kolom Barcode Data sesuai dengan informasi yang ingin Anda cantumkan.
  4. Di bawahnya Anda bisa melengkapi data produk sesuai dengan jenis barcode yang Anda pilih, mulai dari berat produk dan harganya.
  5. Jika sudah yakin benar, silahkan pilih ukuran barcode pada kolom Magnification.
  6. Kemudian silahkan masukkan alamat email Anda pada kolom Email, dan centang kotak “I agree to the terms and conditions”.
  7. Setelah itu klik tombol “Download Free Barcodes”.
  8. Selesai, secara otomatis peramban Anda akan mengunduh barcode yang sudah Anda buat.

3. Cara Membuat Barcode dengan Excel

Anda juga bisa menggunakan Microsoft Excel untuk membuat barcode. Namun sebelumnya Anda harus menambahkan plugin pada Excel Anda. Anda bisa mendapatkan plugin pada situs Idautomation.com dan silahkan Anda klik menu “Font Tools”.

Plugin bisa Anda cari pada menu “Microsoft Office Macros & VBA for Excel, Access, & Word”, setelah itu silahkan Anda klik tombol download. Kemudian silahkan ekstrak hasil unduhanmu pada laptop, dan ikuti langkah berikut:

  1. Buka Microsoft Excel pada laptop Anda.
  2. Klik menu “Tools”.
  3. Lalu cari menu “Macro”
  4. Klik opsi “Visual Basic Editor”.
  5. Klik “File”.
  6. Klik “Import File”
  7. Klik file makro yang sudah kamu ekstrak, agar masuk dalam folder “Modules” di Excel
  8. Keluar dari menu “Visual Basic Editor” untuk menuju laman workbook kosong
  9. Kemudian silahkan Anda uji dengan mengetik nomor di sel A1, dengan cara mengetik fungsi barcode di sel sebelahnya
  10. Lalu Anda ketikkan rumus “=Code128(A1)” pada sel B2, dan tekan enter
  11. Klik sel B2, masuk ke pilihan font, kemudian silahkan Anda cari ID otomatisasi font
  12. Selesai, barcode akan tertera pada sel tersebut

4. Cara Membuat Barcode dengan Barcode Generator

Jika Anda ingin membuat barcode dengan menggunakan HP, Anda bisa mengunduh aplikasi gratis pada Playstore. Silahkan Anda masuk ke aplikasi “Playstore”, pada kolom pencarian silahkan Anda ketikkan “Barcode Generator”, unduh dan pasang aplikasi tersebut.

Kemudian Anda bisa masuk pada aplikasi tersebut dan membuat barcode dengan mengikuti petunjuk yang ada di dalamnya. Anda bisa membuat berbagai macam jenis barcode yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

5. Membuat Barcode dengan Barcode Architect

Aplikasi lain yang bisa Anda manfaatkan dalam membuat barcode adalah Barcode Architect. Aplikasi ini memang dikhususkan hanya untuk membuat barcode saja, jadi tidak ada opsi pembuatan QR code pada aplikasi ini.

Namun aplikasi ini sudah menyediakan banyak pilihan jenis barcode seperti EAN, UPC-A, ISBN, dan lainnya. Kode barcode Anda akan bisa Anda simpan dalam bentuk PNG, JPG, taupun HTML5.

6. Cara Membuat Barcode dengan Barcodesinc.com

Cara lain untuk membuat barcode secara otomatis adalah dengan mengunjungi situs resmi dari Barcodesinc. Selain bisa mengubah tulisan informasi Anda menjadi sebuah barcode, Anda juga bisa mengatur jenis barcode beserta ukurannya.

 

Nah itulah enam cara yang bisa Anda pilih untuk membuat kode bar sendiri. Ternyata membuat barcode mudah dan dapat membantu aktivitas bisnis Anda. Semoga artikel tersebut bisa bermanfaat bagi kebutuhan Anda, selamat mencoba.